50 LUKISAN BUDAYA DAN ALAM SULSEL DIPAMERKAN

16 Oct
Makassar, 6/12/2008 (ANTARA) – Sebanyak 50 lukisan yang menggambarkan keindahan alam dan aneka ragam budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) dipamerkan di hotel Clarion Makassar, 6-14 Desember 2008.

Penampilan 50 lukisan dalam pameran tersebut sebagai karya yang patut dihargai masyarakat di daerah itu karena bernilai seni yang tinggi yang dituangkan maestronya, JB. Iwan Sulistyo.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan patut dihargai oleh masyarakat Makassar khususnya dan Sulsel umumnya karena pelukisnya yang asal Kudus ini mampu menuangkan pikirannya melalui lukisan yang sangat menarik perhatian kita semua,” kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sabtu malam.

Pada pembukaan pameran lukisan tunggal bertajuk “Exspression of South Sulawesi” yang dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat dan pelukis di daerah itu, Syahrul menilai bahwa wajah Sulsel yang dituangkan dalam seni lukis yang cukup menarik itu akan menjadi sumber inspirasi bagi pemerintah dalam menata pembangunan di sektor ini.

Sebab, lanjutnya, lukisan yang bernilai tinggi ini adalah sesuatu yang luar biasa yang harus dihargai guna mendorong pelukis-pelukis muda daerah ini untuk lebih berapresiasi dan berakselerasi membuat lukisan alam, budaya tradisi dan inovatif yang dapat dijual ke mancanegara.

“Andaikata saya bisa melukis seperti yang disajikan pelukis nasional tersebut maka saya akan lakukan itu,” ujarnya seraya menyatakan bahwa dirinya sudah ditakdirkan untuk membangun pemerintahan yang bersih tanpa ada korupsi yang berpihak kepada rakyat.

Menurut Syahrul yang baru menjalani periode pemerintahannya delapan bulan setelah dilantik Mendagri 8 April 2008 untuk periode 2008-2013, seni lukis yang dituangkan dalam coretan tangan di kanvas juga bermakna membangun ketahanan budaya dan bangsa yang mencurahkan rasa kasih sayang dan kedamaian dalam suatu negara.

Sedangkan pelukis JB. Iwan Sulistyo mengatakan, ekspresi Sulawesi Selatan ‘menatap alam, seni dan budaya’ melalui karyanya itu seiring langkah laju modernitas daerah ini ke depan.

“Tidak dapat disangkal, Makassar dan Sulsel pada umumnya kini sedang berbenah, bersiap, menggeliat untuk menyongsong era baru yang penuh dinamika,” katanya menambahkan, daerah ini merupakan belantara perburuan estetika yang cukup menantang bagi siapa pun termasuk dunia bisnis lainnya.

Seperti, ungkapnya, keindahan alam kabupaten Tanatoraja yang memiliki obyek wisata budaya tersohor ke belantara dunia melalui pemakaman mayat adat daerah ini yang tiada duanya itu, pepohonan bambunya menyambut ramah bagi setiap pengunjungnya termasuk kesejukan hutan, bukit dan gunungnya menyatu menyapa tamunya.

“Alam dan Budaya Tanatoraja termasuk pembuatan perahu pinisi di Bira kabupaten Bulukumba telah memberikan inspirasi bagi pembuatan lukisan seni tersebut sekaligus memamerkannya melalui kegiatan tersebut,” katanya.

Karya lukisan yang dipamerkan antara lain wajah bangunan baru bandara Sultan Hasanuddin, gedung merah (merah putih) 63 di jalan Dr. Ratulangi yang sudah disulap menjadi ruko, bangunan tua mesjid raya, gereja Kathedral dalam purnama, interior klenteng Xian Ma, benteng Fort Rotterdam, estetika sudut tua Makassar, pasar pisang, pinisi, hamparan sawah menguning, lumbung padi dalam rumah adat Tanatoraja dan lukisan keindahan alam berbagai daerah kabupaten di Sulsel.

Sumber:

http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/842/50-lukisan-budaya-dan-alam-sulsel-dipamerkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: